«

»

May 12

Belajar Kung Fu Tanpa Harus Meninggalkan Pencak Silat Sebagai Budaya Asli Indonesia

(Oleh: Tommy Andjar)

Kung Fu adalah beladiri tradisional yang dikembangkan di dataran cina, beladiri kung fu sangat begitu mendunia karena gerakannya yang unik serta jurusnya mematikan juga cepat. Kung fu juga mengajari manusia untuk mempunyai filosofi dalam menjalani hidup. Bela diri Kung fu sangatlah digemari oleh seluruh penjuru di dunia termasuk kita bangsa Indonesia. Seringkali kita mencari-cari informasi tentang pelatihan beladiri kung fu agar bisa menjadi seorang pendekar kung fu yang hebat entah untuk tujuan membela diri atau hanya untuk tujuan kesehatan semata dan masyarakat awam menilai bahwa beladiri kung fu adalah beladiri praktis yang dengan beberapa kali latihan langsung bisa, hal ini juga maraknya tindakan kriminal yang terjadi pada bangsa kita. Bela diri kung fu sangat diminati oleh orang Indonesia karena hampir di setiap stasiun televisi swasta menampilkan film kung fu yang akhirnya membuat mindset orang Indonesia tertarik pada beladiri kung fu. Secara harfiah kung Fu berarti melakukan dengan sungguh-sungguh. Seorang ahli masak yang sudah 20 tahun pun bisa dibilang jago kung fu karena selama lebih dari 20 tahun seseorang tersebut melakukannya (memasak) dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Tidak ada hasil yang instan.

Satu hal yang sangat terlupakan oleh kita dan apabila dibiarkan berlarut-larut maka akan sangat fatal, hal itu adalah Pencak Silat. Pencak Silat adalah beladiri asli Indonesia, pencak silat juga merupakan bagian dari budaya asli Indonesia dan bertujuan untuk membangun integeritas Bangsa Indonesia. Pencak silat bukan hanya sekedar bertarung dan budaya, tetapi pencak silat juga mengajarkan manusia untuk mempunyai prinsip dalam hidup. Banyak aspek yang ditekankan pada pencak silat yaitu aspek mental spiritual, olahraga, seni dan beladiri, karena di dalam pencak silat terdapat pendidikan karakter yang sangat istimewa. Menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai Bangsa Indonesia untuk memelihara budaya asli bangsa kita. Pencak silat juga menunjukan sebuah identitas, identitas sebagai rakyat yang cinta kepada bangsanya. Sungguh sedih apabila kita sebagai rakyat Indonesia tidak memahami apa itu pencak silat dan akhirnya pencak silat pun punah di kandang sendiri. Menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita bersama untuk memelihara pencak silat secara utuh.

Salah satu perguruan pencak silat yang mempunyai warna gerak kung fu adalah perguruan Ikatan Keluarga Silat Pro Patria atau IKS Pro Patria. IKS Pro Patria didirikan oleh Victor Lie Kuang Hwa yang biasa dipanggil Koh Hwa pada tahun 1971 di madiun. Pro Patria yang artinya Pro adalah membela dan Patria adalah cinta tanah air yang apabila digabung berarti pembela tanah air dan bergabung pada Ikatan Pencak Silat Indonesia pada tahun 1975. Pro Patria didirikan bertujuan agar manusia hidup bias membawa kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar dan berguna bagi bangsa dan negaranya. Ilmu di pro patria adalah “Nan Jien Pei Tui” yang artinya tendangan utara pukulan selatan karena kung fu di dataran cina utara lebih mengandalkan tendangan dan kung fu di dataran cina selatan lebih mengandalkan tangan. Pro patria pun mengajarkan murid-muridnya untuk memegang teguh prinsip perguruan yaitu:

IKRAR ANGGOTA IKS PRO PATRIA

  • Pertama. Kami akan selalu pemperhatikan PANCA LARANGAN PERGURUAN
  1. Larangan bertingkah sombong.
  2. Larangan bertingkah pamer.
  3. Larangan bertindak sewenang-wenang.
  4. Larangan mencemarkan kehormatan.
  5. Larangan melanggar peraturan pemerintah dan ikatan keluarga.
  • Kedua. Kami akan selalu menjunjung tinggi. PANCA KEHARUSAN PERGURUAN
  1. Keharusan mengalah.
  2. Keharusan membela yang lemah.
  3. Keharusan membela kebenaran.
  4. Keharusan berbakti kepada orang tua.
  5. Keharusan menghormati guru.

Salah satu wasiat Koh Hwa kepada muridnya adalah sabar, eling, tawakkal, narimo lan waspada. Latihan di pro patria menekankan muridnya pda empat aspek yaitu: Bela Diri (melindungi diri dan orang lain yang membutuhkan), Olah Raga (untuk kesehatan dan kebugaran), Seni (untuk keindahan gerak yang terpadu dan dihayati benar-benar), dan Mental (ketekunan, kesabaran, ketenangan, keuletan dan kebijaksanaan). Sejalan dengan bertambahnya usia perguruan ini dan menyesuaikan kebutuhan warganya, PRO PATRIA pun terus berkembang. Bagi pro patria, bela diri tidak lagi  hanya bermakna kemampuan membela diri seperti mengelak, menangkis, dan jika perlu membalas serangan lawan, tetapi juga membela diri secara utuh seperti kemampuan menangkal penyakit dan atau penyembuhannya. Ilmu pernafasan yang sejak awal diberikan ke pada warganya adalah salah satu contoh ilmu pernafasan yang dimiliki  pro patria yang mampu memelihara diri mereka dari berbagai serangan dari luar dirinya. Tinggi-rendahnya kepandaian ilmu silat seseorang tergantung pada masak tidaknya inti-inti ilmu silatnya. Apa tingkatannya dan macam apa ilmu silat yang telah dipelajarinya tidak menjadi prinsip. Ada peribahasa dalam persilatan bahwa untuk menjadi ahli silat yang tangguh perlu memiliki: pertama keberanian, kedua kekuatan, dan ketiga jurus-jurus yang masak inti-intinya. I Tan, Êr Li, San Kung Fu. Bagi pembaca yang tertarik belajar kung fu tetapi enggan meninggalkan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia silahkan hubungi kami di http://propatria.ukm.ugm.ac.id/. Mari kita lestarikan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia dan membangun integeritas bangsa melalui pencak silat. Jaya Pencak Silat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *