«

»

Jan 19

Ji Kung dan Kesehatan

Oleh: V. Lie Kuang Hwa

Pengertian Ji Kung
Ji  adalah daya hidup fundamental yang menembus masuk ke segala hal. Ji menghubungkan dan menggerakkan segala sesuatu di alam raya ini. Jika aliran ji terhambat, kita akan mendapatkan penyakit, dan jika ji mengalir dengan lancar, maka kita akan memiliki kesehatan yang prima. Kata kung berarti seni dan ilmu tentang penggunaan pernapasan, gerakan, pikiran, dan meditasi untuk membersihkan, menguatkan, dan mengalirkan darah serta energi hidup yang vital.

Para dokter di barat menganggap ji adalah sesuatu yang abstrak, tetapi bagi orang Tiongkok, ji adalah sebuah realitas yang mendasari banyak sekali metode pengobatan. Akupunturis, misalnya, mengenali banyak sekali titik-titik pada tubuh manusia di mana mereka dapat memasukkan jarum-jarum dan memanipulasi ji untuk mengobati penyakit.

Ji kung juga mengandalkan manipulasi dari energi vital ini. Hal ini dilakukan melalui cing-lok (meridien dan kolateral), atau saluran-saluran yang melewati semua organ vital tubuh. Ada 12 meridien yang berhubungan dengan 12 organ. Meridien-meridien ini saling berhubungan sehingga yang satu mengalir ke yang lain  dan melewati tubuh seperti sebuah sungai energi yang tidak kasat mata. Sungai-sungai tersebut harus bisa mengalir dengan baik, karena jika mereka terhambat (karena stres, makanan yang buruk, atau lingkungan yang buruk), maka gejala-gejala penyakit akan mulai timbul. Ruam (skin eruption), misalnya, bisa merupakan tanda awal bahwa sebuah meridien sedang terhambat, begitu juga dengan sakit kepala, sakit perut, dan sejenisnya.

Menurut teori kedokteran Tiongkok tradisional, berdasarkan sumbernya ji dibagi menjadi dua, yaitu ji sebelum kelahiran yang diperoleh dari orang tua di tahap dini kehidupan (tahap fetus atau janin) dan ji setelah kelahiran yang diperoleh dari udara (kong ji) dan air-makanan (sher ji). Ji sebelum kelahiran merupakan kekuatan penggerak dari kehidupan dan ji setelah kelahiran merupakan zat penyokong untuk kelangsungan hidup. Jadi kehidupan manusia dengan segala aktivitasnya digerakkan oleh ji sebelum kelahiran dan ditunjang oleh  ji  setelah kelahiran.

Menurut berbagai penelitian, ji yang dikeluarkan seseorang yang ahli dalam seni Ji kung mengandung “radiasi inframerah”, “daya listrik statis”, “particle stream”, dan istilah-istilah lainnya. Sesuai dengan fungsi ji di dalam tubuh, ji dianggap sebagai pesan sekaligus pembawanya (sin sik). Dan diperkirakan bahwa pembawa ini merupakan semacam zat. Jadi ji di dalam Ji  kung tidak hanya sekedar menghirup oksigen ke dalam dan mengeluarkan karbon, tetapi juga berarti semacam zat yang mempunyai pesan dan energi yang lebih kaya dan lebih kompleks.

Latihan pernapasan Ji kung mengalami sejarah yang panjang, yaitu sekitar 3.000 sampai 5.000 tahun yang lalu. Metode-metode yang dilatih dari setiap sekte atau kelompok sangat berbeda. Di Tiongkok, mereka dikelompokkan menjadi lima, yaitu kelompok Tao, kelompok Budhis, kelompok Kong Hu Cu, kelompok Kedokteran, dan kelompok Kung Fu. Kelompok Tao (ajaran kebenaran) lebih menitikberatkan pada memperkuat “tubuh dan pikiran”. Metode ini dinamakan memelihara kehidupan dan alam, yaitu penekanan yang berimbang kepada latihan Ji kung dan merenungkan alam. Kelompok Budhis menekankan pada usaha mengarahkan pikiran, tidak memikirkan tubuh sama sekali. Kelompok Kong Hu Cu (pelajar) menekankan pada pentingnya mengatur pikiran, ketulusan hati dan memelihara watak yang bermoral tinggi, dan menganjurkan pengikutnya untuk mencapai keadaan “diam” (ching), tenang, dan tentram. Kelompok Kedokteran bertujuan untuk menyembuhkan penyakit, peningkatan kesehatan dan upaya memperpanjang umur. Sedangkan kelompok Kung Fu menekankan pada peningkatan kekuatan untuk menghadapi serangan dan melakukan serangan sebagai usaha bela diri. Walaupun berbeda, tetapi semuanya mencakup aspek latihan pernapasan, gerakan, pikiran dan meditasi (Ji kung pasif cin kung, Ji kung dinamis tong kung, dan Ji kung pasif yang dinamis tong cin Ji kung).

Sistem Tubuh Manusia Menurut Ilmu Kedokteran Tiongkok Kuno
Tubuh manusia, menurut ilmu kedokteran Tiongkok kuno,  mempunyai sistem khusus yang menghubungkan bagian permukaan dengan bagian dalam, bagian atas dengan bagian bawah, dan menyatukan semua organ tubuh zang (5 organ  atau wu zang), yaitu organ jantung, pericardium, ginjal, lever, limpa, dan paru-paru, dan fu (6 organ atau liok fu), yaitu organ kandung empedu, lambung, usus kecil,  usus besar, kandung kemih, dan triple warmer (san jiao).

Tubuh manusia tersusun dari meridien-meridien (cing) yang berarti “jalur” atau disebut juga aliran energi, dan kolateral (luo) yang berarti “jaringan” yang merupakan cabang dari meridien. Meridien dan kolateral silang-menyilang di seluruh tubuh dan membuat tubuh menjadi suatu unit organik dengan menghubungkan semua bagian-bagiannya.

Ada 12 meridien reguler yang menuju ke organ zang dan fu. Sifat-sifatnya diungkapkan oleh istilah yin dan yang. Meridien yang menghubungkan organ zang dan mengikuti sisi bagian dalam dari tubuh disebut meridien yin, sedangkan meridien yang menghubungkan organ fu dan mengikuti sisi bagian luar dari tubuh disebut meridien yang. Lebih jauh lagi, sesuai dengan sifat dari viscera (organ-organ di dalam rongga perut) dan jalur yang diikutinya, meridien-meridien tersebut dapat digolongkan menjadi 3 meridien yin dari tangan, 3 meridien yang dari tangan, 3 meridien yin dari kaki, dan 3 meridien yang dari kaki.  Duabelas meridien tersebut yaitu:

a.    Yin besar (tai yin)
1.   Meridien paru-paru tai yin tangan.
2.   Meridien ginjal tai yin kaki.
3.   Meridien limpa-pankreas tai yin kaki.

b.   Yin kecil (sau yin)
4.   Meridien jantung sau yin tangan.

c.    Yang besar (tai yang)
5.   Meridien usus kecil tai yang tangan.
6.   Meridien kandung kemih tai yang kaki.

d.   Yang kecil (sau yang)
7.   Meridien triple warmer (san jiao) sau yang tangan.
8.   Meridien empedu sau yang kaki.

e.    Yin cemerlang (yang ming)
9.   Meridien lambung yang ming kaki.
10. Meridien usus besar yang ming tangan.

f.     Yang mutlak (cie yin)
11. Meridien lever cie’ yin kaki.
12. Meridien pericardium cie’ yin tangan

Pengaturan dan penghubungan 12 meridien tersebut diatur sebagai berikut:

  • Tiga meridien yin tangan membentang dari dada dan melalui tangan menjalin hubungan dengan 3 meridien yang tangan.
  • Tiga meridien yang tangan membentang dari tangan dan melalui kepala menjalin hubungan dengan 3 meridien yang kaki.
  • Tiga meridien yang kaki membentang dari kepala dan melalui kaki menjalin hubungan dengan 3 meridien yin kaki.
  • Tiga meridien yin kaki membentang dari kaki dan melalui dada menjalin hubungan dengan 3 meridien yin tangan.

Meridien yin dihubungkan ke organ zang dan meridien yang dihubungkan ke organ fu. Pada saat melalui organ tubuh, organ zang menopang organ fu dalam hal meridien yin dan organ fu menopang organ zang dalam hal meridien yang, sehingga membentuk 6 pasang hubungan yang menyatukan bagian luar dengan bagian dalam.

Selain jalur-jalur tersebut, yaitu 12 meridien di mana mengalir ji intern (energi vital),  masih terdapat 8 meridien penting lainnya. Kedelapan meridien ini tidak berhubungan langsung dengan viscera dan mereka tidak dibatasi oleh urutan dari 12 meridien. Meridien ini mengambil jalur khusus dan mengalir secara luar biasa, sehingga dinamakan 8 meridien aneh ji cing pak mek. Delapan meridien aneh tersebut yaitu:
1.         Tu mek (meridien pengatur).
2.         Ren mek (meridien konsepsi).
3.         Jong mek (meridien penjamin).
4.         Tai mek (meridien korset).
5.         Yin jiao mek (meridien Yin tumit).
6.         Yang jiao mek (meridien Yang tumit).
7.         Yin hwe mek (meridien Yin penghubung).
8.         Yang hwe mek (meridien Yang penghubung).

Duabelas meridien reguler diibaratkan sebagai sungai dan 8 meridien aneh sebagai danau. Bila ji dan darah yang mengalir di dalam 12 meridien berlebihan maka akan tumpah ke 8 meridien aneh untuk disimpan, dan bila ji intern yang mengalir di dalam 12 meridien reguler kurang maka ji intern yang disimpan dalam 8 meridien aneh akan mengalir kembali ke 12 meridien reguler. Sehingga fungsi 8 meridien aneh adalah untuk menunjang dan mengatur 12 meridien reguler. Tetapi 8 meridien aneh ini mempunyai jalur-jalur tersendiri, dan ji intern yang tersimpan di dalamnya dapat menghangatkan organ tubuh bagian dalam dan membasahi permukaan luar badan.

Bagaimana Penyakit Timbul?
“Orang yang tidak bergerak akan menjadi rusak, dan jika tidak diam akan menjadi kalut. Harus bergerak dan diam barulah wajar”.

Demikian pendapat kalangan kedokteran Tiongkok kuno. Dan ini juga telah dibuktikan oleh kalangan kedokteran modern di Barat. Insiden penyakit jantung lebih banyak dijumpai pada laki-laki. Secara alamiah perempuan lebih banyak bergerak dari pada laki-laki, sebagai ibu rumah tangga mereka tidak mungkin hanya duduk seharian di belakang meja.

Latar belakang gangguan kesehatan adalah bahwa kurang bergerak menyebabkan kurang lancarnya peredaran darah dalam tubuh, sehingga penyaluran unsur-unsur yang diperlukan organ-organ tubuh kurang lancar pula. Gangguan yang mungkin terjadi, misalnya pada jantung terjadi denyut yang cepat, kelainan gambar elektrokardiografi, perubahan daya kontraksi dan pengaturan sistem pembuluh darah tidak stabil, pada otot terjadi gangguan metabolisme, gangguan pada pergantian jaringan otot oleh jaringan ikat dan lemak, pada tulang terjadi pelarutan zat kapur tulang, dan perubahan dalam pengaturan saraf otonom.

Kesehatan manusia dipengaruhi oleh 5 faktor:

  1. Tiaouw Sik (pengaturan pernapasan). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pernapasan adalah: pikiran tenang dan diam (tidak bersuara), dalam (dengan napas perut), sedikit demi sedikit dan panjang (seperti sungai yang mengalir), berkesinambungan (tidak menahan napas, karena bisa tegang dan kaku), halus dan pelan.
  2. Tiaouw Sen (pengaturan sikap atau posisi tubuh). Dalam literatur kedokteran Tiongkok kuno disebutkan: “Ketika postur tubuh tidak benar, ji tidak akan mengalir dengan lancar. Dan ketika ji tidak mengalir dengan lancar, pikiran (yi) tidak akan tenang. Pada saat yi tidak tenang, ji menjadi kacau.”
  3. Tiaouw Hsin (pengaturan emosi dan pikiran atau hati). Mengatur pikiran berarti menggunakan pikiran murni untuk mengatur emosi dan nafsu. Pikiran (yi) adalah majikan dari emosi (hsin). Yi bisa diartikan sebagai iman yang kuat dalam agama, atau lebih jauh lagi bisa diartikan sebagai kehendak atau tujuan. Yi juga majikan dari ji, karena dengan pikiran dan kehendak yang kuat maka kita dapat memerintah ji untuk bergerak dan mengalir ke bagian tubuh tertentu. Dengan sering meditasi atau berdoa kepada Tuhan, kita dapat memperkuat yi kita. Bila yi kita kuat, maka ji akan menjadi kuat. Dan jika ji kuat, maka batin atau jiwa (shen) juga akan menjadi kuat.
  4. Ji Cik (cara hidup). Yaitu bagaimana pola kehidupan kita sehari-hari; yaitu keseimbangan antara bekerja, istirahat, belajar, dan kegiatan sehari-hari yang lain.
  5. Yin Se (cara makan). Makanan merupakan salah satu sumber dari ji, sehingga sangat penting untuk memperhatikan kualitas dari makanan kita. Tidak boleh terlalu banyak makanan pedas, berlemak, berkolesterol tinggi, dan seterusnya. Mengikuti Sifu Victor Lie Kuang Hwa, kita tidak harus membatasi pada makanan tertentu saja, tetapi yang dipentingkan adalah adanya keseimbangan makanan yang kita makan. Misalnya bila kita makan daging kambing (berunsur yang) harus diimbangi dengan makanan berunsur yin seperti sayuran.

Penyebab suatu penyakit bisa dari dalam maupun dari luar. Faktor dari dalam biasanya mengarah kepada tujuh emosi yang bisa menyebabkan penyakit, yaitu: kegembiraan berlebihan, kemarahan, kesedihan, kebanyakan berpikir atau berpikir terlalu keras, kesedihan atau duka cita yang mendalam, kekhawatiran, dan ketakutan. Setiap tekanan emosi akan menyebabkan gangguan dan kerusakan viscera (organ dalam), dan menyebabkan penyakit.

  • Kemarahan mendadak mengakibatkan gangguan pada hati.
  • Kegembiraan berlebihan menyebabkan gangguan pada jantung.
  • Banyak berpikir atau berpikir terlalu berat menyebabkan gangguan pada limpa atau lambung.
  • Kesedihan hati menimbulkan gangguan pada paru-paru.
  • Ketakutan dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

Manfaat Latihan Ji Kung

Sejumlah kajian di daratan Tiongkok yang telah meneliti efek dari latihan Ji kung menunjukkan bahwa latihan Ji kung bermanfaat bagi kesehatan fungsi jantung dan pembuluh darah, fungsi pernapasan, pada tulang dan sendi, pada sistem saraf pusat, sampai pada proses penuaan.

  Latihan Ji kung yang dilakukan secara teratur akan memberikan banyak manfaat:

  • Meningkatkan aliran darah ke jantung, menguatkan otot-otot jantung, dan membuat denyut jantung lebih lambat dan efisien. Peningkatan aliran darah ini memperbaiki kesehatan umum dari seluruh organ tubuh.
  • Meningkatkan kelenturan organ paru-paru dan meningkatkan efisiensi fungsi paru-paru, sehingga akan dapat menarik lebih banyak oksigen yang dihirup.
  • Meningkatkan kekuatan tulang-tulang, persendian, dan meningkatkan kelenturannya, sehingga akan mengurangi osteoporosis (pengeroposan tulang).
  • Pemusatan perhatian yang dalam pada gerak dan pernapasan akan merangsang otak, meningkatkan konsentrasi dan ketenangan.
  • Mempercepat penyembuhan berbagai penyakit (sakit kepala dan migrain; reumatik dan sakit pinggang; gangguan fungsi ginjal dan diabetes; asma dan sesak napas; lemah syahwat, ejakulasi dini, sakit keputihan dan gangguan haid; lemah jantung; sakit lever; gangguan pencernaan, maag dan sembelit; tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah; dan lain-lain, selain penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur).
  • Dan untuk “beladiri”, menangkal serangan yang “tampak” maupun “tidak tampak”. Memang pada dasarnya, semua teknik latihan Tai Chi Ji kung ditujukan untuk beladiri.

Program latihan Ji kung aliran Pro Patria bertujuan memperbaiki fungsi dari organ tertentu dan menghilangkan penyakit, menyeimbangkan Yin dan Yang, dan membuka hambatan pada saluran meridien tubuh. Latihan-latihannya memberi penekanan pada tungkai dan kaki, karena kaki adalah landasan, seperti akar dari sebuah pohon adalah landasan dari keberadaannya. Pentingnya sebuah landasan yang kuat pada tungkai dan kaki dapat dilihat pada keadaan menua dan sakit. Peribahasa Tiongkok mengatakan: “keadaan untuk menjadi tua diawali dari kaki, dimana semua meridien dan saluran dimulai dan diakhiri”.

Metode Latihan Ji Kung

Latihan pernapasan tai chi ditujukan untuk mengolah noe tan (bagian dalam tubuh) yang meliputi ching (sperma atau sumsum), sen (semangat atau jiwa), dan ji (energi); dan wai tan (bagian luar tubuh) yang meliputi cin (otot), kuk (tulang), dan bi (kulit). Untuk pengolahan noe tan, tai chi diawali dengan wu chi. Dikatakan, “wu chi menciptakan tai chi, dan tai chi kembali ke wu chi”; “yang utama menciptakan kosmos, dan kosmos kembali ke yang utama”. Melalui  gerakan tai chi, otot-otot menjadi lentur, tulang-tulang jadi kuat, dan kulit jadi lumer. Dalam teori kedokteran Tiongkok kuno disebutkan:
“Siapa pun yang menghembuskan napas dan menghirup napas, yang bernapas dengan kuat dan tenang, mengeluarkan napas busuk dan menghirup udara segar, yang menggerakkan diri seperti beruang dan meregangkan anggota badan seperti burung, adalah orang yang tidak mencari hal lain selain umur panjang, yang bisa didapat bagi mereka yang memelihara  tubuhnya dengan meregangkan dan mengerutkannya”.

Dalam latihan Ji kung umumnya konsentrasi pada tan tien bawah, yang terletak di bawah pusar, tapi tidak mengacu pada satu titik tertentu saja. Yang dipentingkan adalah perut bagian bawah, karena bagian ini erat kaitannya dengan aktivitas kehidupan. Teori kedokteran Tiongkok tradisional dan ajaran Tao menegaskan bahwa tan tien bawah adalah titik awal dimulainya gerakan sirkulasi dari energi (ren mek, tu mek, dan jung mek), pusat berputarnya energi untuk naik, turun, membuka dan menutup, cikal bakal kehidupan, dasar dari organ cang dan fu, akar dari 12 meridien, tempat bertemunya Yin dan Yang, pintu dari pernapasan, tempat berkumpulnya air dan api, tempat penyimpanan sperma laki-laki, dan tempat pemeliharaan fetus bagi perempuan. Dengan berkonsentrasi pada tan tien bawah, akan membuat kita menjadi sehat, jauh dari penyakit, dan bisa menyembuhkan penyakit.

Arah menghadap pada waktu berlatih Ji kung yaitu ke arah selatan. Mengapa? Medan magnet bumi terbagi menjadi dua, utara dan selatan. Arah perjalanan medan magnet ini dari kutub selatan ke kutub utara. Orang yang hidup di bumi tidak bisa lepas dari pengaruh medan magnet bumi ini. Begitu juga dengan ji, yang merupakan semacam medan magnet listrik yang kompleks. Di kutub Utara tersimpan energi yang bersifat air (dingin) yang cocok dengan organ ginjal kita, dan di kutub selatan mengandung energi yang bersifat api (panas) yang cocok dengan organ jantung kita. Sehingga pada waktu latihan kita menghadap ke selatan agar organ jantung kita bisa menyambut energi yang mengalir dari selatan, dan organ ginjal kita bisa menerima energi yang menerpa dari kutub utara. Dengan demikian terjadi penyatuan dua unsur energi di dalam tubuh kita.

Latihan Ji kung bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar rumah dengan hawa udara yang bersih dan tidak banyak angin. Ada suatu kepercayaan bahwa lebih baik lagi berlatih di dekat pohon cemara yang dipercaya dapat mengeluarkan energi untuk penyembuhan penyakit. Frekuensi latihan yang paling baik adalah berlatih sekali pada pagi hari dan sekali pada sore hari. Tidak boleh berlatih pada saat hujan deras dengan banyak petir, karena akan merusak keseimbangan listrik tubuh kita.

Porsi latihan harus disesuaikan dengan kondisi  tubuh kita. Hasil yang optimal didapatkan bila kita berlatih saat badan benar-benar fit. Bagi yang sudah berkeluarga (punya suami atau istri), menurut metode kuno, latihan tidak boleh dilakukan sehari setelah berhubungan badan. Misalnya hari Senin akan berlatih, maka hari Minggu tidak boleh berhubungan badan. Tetapi untuk jaman sekarang, metode ini akan sangat sulit dan tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Sehingga, asal badan kita masih benar-benar kuat (fit), tidak masalah untuk melakukan latihan.

Agar berhasil dalam berlatih Ji kung kita perlu memperhatikan lima hal: posisi tubuh yang baik, hati dan pikiran yang tenang, pernapasan yang lembut dan dalam (napas perut), pola hidup yang baik, makan dan minum yang sehat dan teratur.

2 comments

  1. gufran

    Saya ingin mempelajari lebih dalam, bagaimana pa?

  2. irham

    di surabaya ada nggak cabangnya ???

Leave a Reply to gufran Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *